Tadi..
Mataku berkedut-kedut
Berteriak minta ditutup
Dan jika benar mata itu punya kaki
Tanpa babibu pasti segera pergi
Mataku juga kering. Kehausan akan tangis yang dulunya datang sering.
Tapi hei..
Menangis jangan kau pernah anggap miris
Karena tangis dapat berakhir manis
Yang menghilangkan tebalnya tabir kabut sadis
Aku tahu.. dan aku sadar
Sebetulnya dia lelah
Lelah akan keegoisanku yang telah merongrong membabi buta
Untuk terus membuatnya terbuka
Lebar tanpa cela melayani tanpa asa
Dan sekarang...
Sebelum sang mata kehabisan kekuatannya
Sebelum ia menutup dengan paksa
Atau sebelum ia memutuskan untuk angkat 'kaki' imajinernya
Aku pun tarik tangis dari hati
Entah karena sekedar ingin memberi minum mata
Atau memang ada momok berkecamuk ingin bebas
Ah kini kurasakan lega yang tak dapat ditaksir takarnya
Otak obesitasku dengan sendirinya mengendur tenang
Lalu memerintahkan mata menutup perlahan
..yang tentunya tanpa berteriak berontak
Dan sekarang...
Mataku seakan bersinar lapar
Berlonjak-lonjak minta visual
Lagi dan lagi